Kita tahu semua, tiada hari tanpa mengambil handphone, handphone dan internet layaknya seperti kewajiban dan makanan pokok kita, bila tidak sempat memegang hp bagaikan tak sempat makan nasi. Di Era Milenial ini arjuna digital atau orang yang melek dengan masalah memiliki solusi kreatif yang disebut startup, di artikel sebelumnya sudah saya bahas mengenai Apa Itu StartUp Digital, dan di artikel kali ini sesuai janji saya, saya akan sharing pengalaman bagaimana cerita saya mengikuti berbagai acara kreatif yang khususnya membahas tentang dunia usaha di era milenial ini, dan kebanyakan membahas mengenai startup. Yukk, simak kisah saya.
Awalnya, saya terpikirkan bagaimana sih caranya bikin bukalapak di handphone? kenapa platform ini bagus sekali ya? harganya pun fleksibel dalam artian dapat dipilih, karena banyak lapak yang disediakan, bukan bukalapak yang jualan, tapi bukalapak menyediakan space untuk pedagang agar dapat berjualan di online (marketplace) bahkan dapat nyicil dan nawar juga, gilaa istimewa sekali seperti pasar. Setelah itu saya kepo-kepo ternyata sebutan Bukalapak waktu itu adalah StartUp, saya semakin kepo dengan startup hingga kini dengan hadirnya startup dapat membantu kita. contohnya kalau mau makan tapi mager ada gojek, beli tiket pesawat di rumah aja tinggal satu klik, sampah numpuk di rumah tinggal 1 klik langsung diangkut, dan masih banyak lagi.
Saya kemarin ketika pertama kali kepo mempunyai ide startup yaitu Nebeng Barang, saya kepingin barang saya yang ada disini dititipkan kepada pengendara yang kebetulan lewat ke arah rumah pelanggan saya, agar nanti saya tidak perlu delivery sekaligus pengendara yang saya titipkan mendapatkan fee, itung-itung pakek uang jajan atau uang bensin. Namun menurutku itu sulit sih, perlu divalidasi lagi, apalagi scurity harus benar-benar kuat, takutnya barangku dibawa kabur. Hehehehe
Pertama kali ngerasain pitching itu di Gerakan Nasional 1000 StartUp Digital, berikut sedikit penjelasannya :
Gerakan Nasional 1000 Startup Digital adalah sebuah gerakan untuk mewujudkan potensi Indonesia menjadi The Digital Energy of Asia di tahun 2020 dengan mencetak 1000 startup yang menjadi solusi atas berbagai masalah dengan memanfaatkan teknologi digital.
Gerakan ini diinisiasi oleh KIBAR dan didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. KIBAR adalah sebuah perusahaan yang bertujuan membangun ekosistem teknologi di Indonesia melalui inisiatif-inisiatif pembangunan kapasitas, mentoring, dan inkubasi di berbagai kota.
Hindu Keren harus ikutan acara ini tahun depan, hehehe karena tahun ini sudah lewat di bali. Hari-hari saya lalui dengan kekepoan tinggi tentang startup, akhirnya kesempatan yang luar biasa saya diberangkatkan oleh telkomsel ke surabaya untuk menghadiri acara IdeaFest X NextDev , jadi IdeaFest itu adalah pelatihan yang terbesar di Indonesia melibatkan 40+ pembicara yang ahli dalam bidangnya, sedangkan NextDev adalah kompetisi StartUp terbesar juga di Indonesia yang baru kemarin diadakan di Bali, hanya saja saya tidak ikut pitching :( tahu gak karena apa?
Saya tidak ikut pitching ke NextDev karena sebelum saya ke Surabaya saya sempat mengikuti kompetisi startup di 1000 StartUp Digital lagi, cerita yang saya ceritakan diatas itu 1 tahun yang lalu dan di tahun sekarang saya juga ikut namun sayangnya startup yang ingin saya wujudkan tidak sesuai dengan kategori yang dibawakan oleh gerakan tersebut, beralihlah saya ke StartUp Weekend yang kebetulan diadakan di dekat rumah saya, disana ide startup yang awalnya 17 ide difilter menjadi 5 ide startup terbaik, puji tuhan ideku masuk sebagai ide terbaik. Ketika aku mencoba membuat bisnis canvas yang diajari langsung oleh mentor, memang seru apalagi ada perdebatan juga dengan timku sendiri, nahh hari pitching sudah tiba karena mentoring selama 2 hari dan pitching 1 hari , usai pitching komentar juri ada yang pedas, dia bilang seperti ini "StartUp macam apa ini? apa keunikanmu dari youtube? startup mu gak bakalan laku", mendengar kata-kata itu aku langsung agak down sedikit, dan memang startup ku perlu divalidasi lagi dalam artian perlu diperbaiki sesuai masalah yang ada.
Maka dari itu aku gak ikutan NextDev, bahkan NextDev mencari startup yang benar sudah merintis sedangkan StartUp Weekend mencari ide untuk direalisasikan, sayangnya waktu itu aku tidak dapat juara perlu diperbaiki lagi makanya belum berani ikutan nextdev, yaa walaupun berani tapi tetap tidak masuk karena syaratnya harus terrealisasikan dulu.
Sineku, itu adalah ide startupku sebagai Hindu Hebat aku perlu belajar lagi mengenai hal yang inovatif yang berbau teknologi. Apa sih itu Sineku? Sineku itu adalah sebuah platform yang menyediakaan film-film pendek khususnya film independen dan setiap orang yang ingin menonton film dikenakan biaya sebesar Rp. 10.000,- bagaikan bioskop online, StartUp ini saya buat untuk mensejahterakan filmmaker independen dan menghubungkan pecinta film independen pada filmnya. Beda sekali dengan youtube, karena konten youtube langsung terpublikasi, untuk mencari uang di youtubepun sekarang syaratnya semakin sulit dan videonya sudah ke publik, sedangkan di sineku filmmaker dapat keuntungan yang lebih besar dari pada youtube, bahkan filmnya lebih aman karena tidak terpublikasikan. Ada juga yang kepikiran Sineku mirip dengan iflix, nooo beda jauh. Sineku fokus kepada film maker indonesia, dan setiap film yang ingin kita tonton harus bayar kalau iflix kan sistemnya berlangganan, kita disini support film maker indonesia yang khususnya independen.
Saya Hindu, saya diajarkan untuk menyebarkan social impact yang tentunya dapat bermanfaat untuk semua orang, walaupun saya sudah beberapa kali gagal di dunia startup, saya tidak menyerah. Astungkara kedepannya saya dapat mewujudkan startup saya. Ayoo melek dengan masalah-masalah disekitar kita, dan ciptakanlah solusi, bangun startup untuk indonesia. Salam Arjuna Digital , Merdeka !!
Awalnya, saya terpikirkan bagaimana sih caranya bikin bukalapak di handphone? kenapa platform ini bagus sekali ya? harganya pun fleksibel dalam artian dapat dipilih, karena banyak lapak yang disediakan, bukan bukalapak yang jualan, tapi bukalapak menyediakan space untuk pedagang agar dapat berjualan di online (marketplace) bahkan dapat nyicil dan nawar juga, gilaa istimewa sekali seperti pasar. Setelah itu saya kepo-kepo ternyata sebutan Bukalapak waktu itu adalah StartUp, saya semakin kepo dengan startup hingga kini dengan hadirnya startup dapat membantu kita. contohnya kalau mau makan tapi mager ada gojek, beli tiket pesawat di rumah aja tinggal satu klik, sampah numpuk di rumah tinggal 1 klik langsung diangkut, dan masih banyak lagi.
Saya kemarin ketika pertama kali kepo mempunyai ide startup yaitu Nebeng Barang, saya kepingin barang saya yang ada disini dititipkan kepada pengendara yang kebetulan lewat ke arah rumah pelanggan saya, agar nanti saya tidak perlu delivery sekaligus pengendara yang saya titipkan mendapatkan fee, itung-itung pakek uang jajan atau uang bensin. Namun menurutku itu sulit sih, perlu divalidasi lagi, apalagi scurity harus benar-benar kuat, takutnya barangku dibawa kabur. Hehehehe
Gerakan Nasional 1000 Startup Digital adalah sebuah gerakan untuk mewujudkan potensi Indonesia menjadi The Digital Energy of Asia di tahun 2020 dengan mencetak 1000 startup yang menjadi solusi atas berbagai masalah dengan memanfaatkan teknologi digital.
Gerakan ini diinisiasi oleh KIBAR dan didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. KIBAR adalah sebuah perusahaan yang bertujuan membangun ekosistem teknologi di Indonesia melalui inisiatif-inisiatif pembangunan kapasitas, mentoring, dan inkubasi di berbagai kota.
Maka dari itu aku gak ikutan NextDev, bahkan NextDev mencari startup yang benar sudah merintis sedangkan StartUp Weekend mencari ide untuk direalisasikan, sayangnya waktu itu aku tidak dapat juara perlu diperbaiki lagi makanya belum berani ikutan nextdev, yaa walaupun berani tapi tetap tidak masuk karena syaratnya harus terrealisasikan dulu.
Sineku, itu adalah ide startupku sebagai Hindu Hebat aku perlu belajar lagi mengenai hal yang inovatif yang berbau teknologi. Apa sih itu Sineku? Sineku itu adalah sebuah platform yang menyediakaan film-film pendek khususnya film independen dan setiap orang yang ingin menonton film dikenakan biaya sebesar Rp. 10.000,- bagaikan bioskop online, StartUp ini saya buat untuk mensejahterakan filmmaker independen dan menghubungkan pecinta film independen pada filmnya. Beda sekali dengan youtube, karena konten youtube langsung terpublikasi, untuk mencari uang di youtubepun sekarang syaratnya semakin sulit dan videonya sudah ke publik, sedangkan di sineku filmmaker dapat keuntungan yang lebih besar dari pada youtube, bahkan filmnya lebih aman karena tidak terpublikasikan. Ada juga yang kepikiran Sineku mirip dengan iflix, nooo beda jauh. Sineku fokus kepada film maker indonesia, dan setiap film yang ingin kita tonton harus bayar kalau iflix kan sistemnya berlangganan, kita disini support film maker indonesia yang khususnya independen.
Saya Hindu, saya diajarkan untuk menyebarkan social impact yang tentunya dapat bermanfaat untuk semua orang, walaupun saya sudah beberapa kali gagal di dunia startup, saya tidak menyerah. Astungkara kedepannya saya dapat mewujudkan startup saya. Ayoo melek dengan masalah-masalah disekitar kita, dan ciptakanlah solusi, bangun startup untuk indonesia. Salam Arjuna Digital , Merdeka !!




Komentar
Posting Komentar