Media Sosial adalah media online yang memudahkan kita berkomunikasi atau berinteraksi tanpa kenal ruang dan waktu, saat ini media sosial selalu membawa informasi tercepat dibandingkan media berita lain seperti televisi, radio, koran, dll, ada juga manfaat media sosial sebagai alat promosi dan berdagang secara online, di media sosial banyak yang dapat kita kirimkan dan baca namun buruknya terkadang informasi yang kita baca di media sosial juga tidak selalu benar, ada saja oknum-oknum yang menyebar berita hoax. Penyebar berita hoax inilah yang perlu kita cegah, dengan cara meningkatkan kesadaran sebagai Arjuna Digital harapan umat hindu.
Hoax adalah berita palsu yang dapat menyesatkan pembacanya, di Kamus Besar Bahasa Indonesia menyebutkan Hoaks, dan penjelasannya disana Hoaks adalah Berita Bohong.
Hoax sudah lama menjadi perbincangan sekaligus menjadi masalah yang serius, karena dengan berita kita dapat bersatu dan dengan berita pula kita dapat terpecahkan, sebagai umat beragama khususnya hindu kita perlu menggunakan konsep-konsep agama yaitu Tri Kaya Parisudha dalam bermedia sosial serta menghadapi hoax.
Bagian ini perlu kita kuasai ketika membaca kiriman orang atau berita yang belum jelas sumbernya, dan kita jangan mudah untuk berpikir buruk terhadap orang lain, pikiran adalah sumber dari segala perbuatan, apabila kita ingin mendapatkan pemikiran yang baik perlu meditasi, banyak belajar dengan membaca-baca buku. Di dalam bermedia sosial kita dapat menerapkannya dengan memilah-milah berita yang layak untuk dibaca, serta tidak mudah menstigma orang lain, serta kita perlu berpikir apa yang akan kita post berupa status, foto, video, komentar akan berdampak baik? atau justru membuat kekacauan. Berpikirlah sebelum bertindak, media sosial luas seluruh dunia akan mengetahui kelemahanmu. Seseorang dikenal karena cara berpikirnya juga, menjadi Hindu Hebat harus jeli dan perlu kritis untuk mencegah dan menghadapi segala hal.
Dalam Sarasamuccaya sloka 80 menyebutkan :
Bahwa pikiran adalah sumbernya nafsu yang menggerakkan perbuatan baik dan buruk, maka pikiran yang harus dikekang dan dikendalikan
Ada istilah, mulutmu adalah harimaumu nah ini sangat berlaku di bagian wacika, dengan bertutur kata yang baik maka orang lain yang mendengarkan akan merasa nyaman dengan anda, sedangkan bila tutur kata anda buruk maka dapat mengakibatkan orang lain tersinggung, di Kitab Sarasamuscaya pada sloka 73 menyebutkan nafsu wacika buruk itu adalah mencaci maki, suka berkata kasar, suka memfitnah, dan ingkar pada janji (berbohong). Bila anda mengerti, cara bertutur kata juga dapat membantu kita mendapatkan rejeki, mulai dari menjadi Mc atau Presenter bahkan sebagai Pengacara. Berbicara di sosial media layaknya mengomentari sesuatu di media sosial, perlu diketahui kata-kata yang kita lontarkan di sosial media akan dibaca oleh banyak orang hingga jangkauannya pun dapat keseluruh dunia, apabila anda berkata yang kotor atau menyinggung orang lain, siap-siap anda akan viral dengan cepat, nama baik anda akan tercoreng sehingga banyak orang akan menjauhi anda karena kata-kata saja.
Di Kakawin Niti Sastra V.3 menyebutkan :
Wasita nimitanta manemu laksmi
artinya Perkataan dapat menyebabkan seseorang bahagia.
Wasita nimitanta pati kapangguh
artinya Perkataan dapat menyebabkan seseorang dekat dengan kematian.
Wasita nimitanta manemu duka
artinya Perkataan dapat menyebabkan seseorang mengalami penderitaan.
Wasita nimitanta manemu mitra
artinya Perkataan dapat menyebabkan seseorang mendapatkan sahabat.
Dalam Kitab Sarasamuscaya sloka 77 menyebutkan :
kayena manasa waca yadabhiksnam niswyate, tadewapaharatyenam tasmat kalyanamacaret.
Artinya yang membuat orang dikenal adalah hasil perbuatannya, perkataannya, dan pikirannya. Melalui ketiganya ini orang mengetahui kepribadian diri, maka dari itu biasakanlah untuk bebuat baik, berkata benar, dan berpikir bajik
Puja tri sandhya bait ke 6 juga memuat tentang permohonan maaf apabila kita melenceng dari konsep Tri Kaya Parisudha ini. Berikut bunyinya :
Om ksàntavyah kàyiko dosah
ksàntavyo vàciko mama
ksàntavyo mànaso dosah
tat pramàdàt ksamasva màm
Artinya :
Ya Tuhan, ampunilah dosa anggota badan hamba, ampunilah dosa ucapan hamba, ampunilah dosa pikiran hamba, ampunilah hamba dari kelahiran hamba.
Melaksanakan dharma tak mesti di dunia nyata saja, namun di dunia maya pun dapat kita terapkan, begitu hebatnya tuhan kita sudah selalu menyiapkan konsep-konsep untuk menghadapi arus globalisasi ini. Saya hindu, saya bangga sekali dapat berbagi melalui tulisan ini, mari kita bersama-sama menjadi Hindu Keren.
Hoax adalah berita palsu yang dapat menyesatkan pembacanya, di Kamus Besar Bahasa Indonesia menyebutkan Hoaks, dan penjelasannya disana Hoaks adalah Berita Bohong.
Hoax sudah lama menjadi perbincangan sekaligus menjadi masalah yang serius, karena dengan berita kita dapat bersatu dan dengan berita pula kita dapat terpecahkan, sebagai umat beragama khususnya hindu kita perlu menggunakan konsep-konsep agama yaitu Tri Kaya Parisudha dalam bermedia sosial serta menghadapi hoax.
Tri Kaya Parisudha
Manacika (Berpikir Baik)
Dalam Sarasamuccaya sloka 80 menyebutkan :
Bahwa pikiran adalah sumbernya nafsu yang menggerakkan perbuatan baik dan buruk, maka pikiran yang harus dikekang dan dikendalikan
Wacika (Berkata Baik)
Di Kakawin Niti Sastra V.3 menyebutkan :
Wasita nimitanta manemu laksmi
artinya Perkataan dapat menyebabkan seseorang bahagia.
Wasita nimitanta pati kapangguh
artinya Perkataan dapat menyebabkan seseorang dekat dengan kematian.
Wasita nimitanta manemu duka
artinya Perkataan dapat menyebabkan seseorang mengalami penderitaan.
Wasita nimitanta manemu mitra
artinya Perkataan dapat menyebabkan seseorang mendapatkan sahabat.
Kayika (Berbuat Baik)
Berbuat baik adalah hal yang paling menonjol dibandingkan berkata apalagi berpikir, ketika kita berbuat baik kepada siapun dengan iklas atau bisa kita sebut meyadnya yang artinya korban suci yang tulus iklas dapat melunasi hutang kita yang disebut rna, dan karma phala disini berlaku untuk orang yang berbuat baik akan mendapatkan hal baik pula, kita harus punya pegangan yang teguh untuk melakukan hal ini, setiap orang bila dapat berkayika (berbuat baik) niscaya hidupnya akan baik juga, dikenal baik orang, bahkan setiap orang akan menilai anda orang yang bermakna, semua akan menjadi harmonis dan indah. Kayika di media sosial sama halnya dengan membuat status di facebook, tweet di twitter dan video di youtube, berbagilah informasi dengan segala bentuk kiriman yang baik sesuai ajaran dharma, jangan sekali-kali membuat postingan atau berita bohong (hoax) serta ujaran kebencian yang mengakibatkan perkelahian.kayena manasa waca yadabhiksnam niswyate, tadewapaharatyenam tasmat kalyanamacaret.
Artinya yang membuat orang dikenal adalah hasil perbuatannya, perkataannya, dan pikirannya. Melalui ketiganya ini orang mengetahui kepribadian diri, maka dari itu biasakanlah untuk bebuat baik, berkata benar, dan berpikir bajik
Puja tri sandhya bait ke 6 juga memuat tentang permohonan maaf apabila kita melenceng dari konsep Tri Kaya Parisudha ini. Berikut bunyinya :
ksàntavyo vàciko mama
ksàntavyo mànaso dosah
tat pramàdàt ksamasva màm
Artinya :
Ya Tuhan, ampunilah dosa anggota badan hamba, ampunilah dosa ucapan hamba, ampunilah dosa pikiran hamba, ampunilah hamba dari kelahiran hamba.
Melaksanakan dharma tak mesti di dunia nyata saja, namun di dunia maya pun dapat kita terapkan, begitu hebatnya tuhan kita sudah selalu menyiapkan konsep-konsep untuk menghadapi arus globalisasi ini. Saya hindu, saya bangga sekali dapat berbagi melalui tulisan ini, mari kita bersama-sama menjadi Hindu Keren.




Komentar
Posting Komentar