Kemarin, saya sudah menulis tentang Peluang Usaha Anak Muda Hindu di Era Modern ini, dan dikesempatan kali ini saya akan berbagi langsung pengalaman pribadi saya berjualan melalui social media, kita disini akan lebih banyak membahas cara berjualan di facebook, karena kita tahu facebook social media yang paling banyak digunakan serta untuk menerapkan ke social media lain juga bisa, karena semua social media sekarang sangat fleksibel, kreatifitas dan apapun bisa kita tuangkan disana. Hindu hebat, buktinya orang tua sayaa sudah update status facebook yang kontennya menyangkut ngayah atau yadnya, selalu itu yang dibagikan di social media, dan seluruh dunia akan mengetahui kegiatan kita, ini benar-benar hal positif yang dapat menambah semangat kita sebagai umat hindu agar tetap meyadnya.
Sebelumnya, izinkan saya untuk memperkenalkan diri terlebih dahulu.
Nama : Dewa Gede Padma Arta Putra
Tempat/Tanggal Lahir : Denpasar, 25 Desember 1999
Alamat : Br. Silungan, Lodtunduh, Ubud, Gianyar.
Agama : Hindu
Status : Masih Single
Pendidikan : Baru lulus SMK, di SMK Negeri 1 Mas - Ubud
Pekerjaan : Film Maker & Digital Marketer
Saya hindu, saya bangga dengan kondisi saat ini karena dapat berbagi pengalaman terhadap kawan-kawan hindu yang lain untuk dapat meniru apa yang pernah saya lakukan selama ini yang tentunya di dalam ajaran dharma. Saya akan membocorkan rahasia sekaligus menceritakan kisah pribadi saya sempat menjual buku hingga laku 300 buku dalam 1 bulan, hanya menggunakan social media facebook saja.
Awal dari pencapaian tersebut, saya ingat sekali pada saat saya masih duduk di kelas 1 SMP, saya sangat suka bermain game online di warnet dan setiap ada waktu senggang selalu memanfaatkan untuk membaca artikel di blog-blog orang, dan saya sempat kepikiran bagaimana cara membuat blog tersebut, akhirnya saya sudah mempunyai blog, blog pertama saya benar-benar jelek sekali bahkan dapat dikatakan lebay karena widget-widget (aksesoris blog) yang tidak penting saya masukkan di blog, berharap akan bermanfaat untuk visitor, tapi malah memperberat mereka.
Lanjut, ketika saya sudah rajin posting artikel di blog, menurut saya masih ada yang kurang. Yaitu dari segi design dan optimasi, saya sempat belajar html untuk bikin template blog, namun waktu itu karena mungkin tidak jodoh maka beralihlah saya belajar optimasi blog, sebutan kerennya adalah SEO kepanjangannya Search Engine Optimization yang artinya Teknik untuk mengoptimasi sebuah website atau blog agar nantinya dapat meranking di halaman satu google, waktu itu saya sangat tekun sekali belajar mengenai SEO bahkan sempat dibully habis-habisan karena salah mempraktekkan ilmu, sempat dibilang sok jago dan lain sebagainya, namun itu tidak menjadi alasan untuk berhenti belajar. Selama belajar SEO saya lebih menekuni SEO Off Page, atau bisa disebut mengoptimasi dari luar, contohnya adalah mencari backlink untuk website.
Belajar SEO sudah 2 tahun, waktu itu saya sudah lumayan mengerti bagaimana sistem kerja dari search engine, kemudian mencoba untuk mencari footprint-footprint baru (jejak backlink) akhirnya waktu itu saya sudah mendapatkan yang masih fresh, dan saya yakin belum banyak yang tahu tentang hal ini. Nahh, saat itu mulailah saya menggagas suatu strategi pemasaran, namun saya hanya memanfaatkan facebook saja sebagai sumber costumer.
Launching produk saya yang berjudul "Vulkanik Backlink" sudah dinanti-nanti oleh banyak orang, waktu itu saya menjual produk tersebut dengan harga Rp.100.000,- dan 1 bulan saya batasi pembeliannya karena alasan untuk menjaga rahasia dapur agar tetap fresh. 300 Orang berhasil saya tarik, hingga saya mendapatkan income Rp. 30.000.000,- dari sana, sungguh fantastis. Saya mendapatkan uang sebanyak itu waktu saya masih kelas 3 SMP, hingga ketika naik ke jenjang yang lebih tinggi (SMA) saya memutuskan menginvestasikan uang tersebut untuk membali Kamera, karena menjadi videographer adalah impian saya, impian kecil tersebut akhirnya sudah terwujud hingga sekarang, namun sampai saat ini saya belum puas dan belum merasa sukses, masih banyak yang perlu saya pelajari terutama agama, dan masih banyak yang perlu saya raih. Jujur saja, pekerjaan saya sekarang benar-benar pas-pasan, untuk kedepannya saya ingin menjadi pengusaha yang memiliki bisnis auto pilot, svaha.
Sharing-sharing dulu, selling-selling kemudian. Begitu istilahnya, ketika personal branding kita sudah kuat maka siapapun yang mengikuti kita, akan bersedia membeli produk kita. Ini adalah teknik pemasaran zaman now yang cukup membuang waktu lama, karena kita perlu funneling (memfilter) target market yang tepat, awalnya saya sharing mengenai SEO di seluruh group facebook dan berbagai forum tentang web, disetiap postingan yang saya post akan tercantum link group pribadi saya, kemudian dari group pribadi tersebut saya memberikan edukasi yang lebih tajam hingga mereka (member group) menanti produk yang berisi ilmu lebih tajam lagi.
Menjadi umat hindu keren, kita harus dapat tersenyum walaupun mungkin sedang gagal. Pencapaian ini bukanlah akhir, namun awal dari kisah hidup saya, sekarangpun saat saya menulis artikel ini saya perlu banyak bersyukur sudah diberikan kesempatan untuk mencapai itu serta saya juga masih memikirkan waktu kedepannya, karena hal yang saya coba selama ini kebanyakan gagal. Gagal membuat saya semangat, dan cerita kegagalan tersebut akan saya ceritakan di buku ke2 saya nanti ketika saya sudah sukses.
Mari kita cerdas bersosial media, jadilah Arjuna Digital dengan gunakan internet dengan bijak dan tetap dalam ajaran dharma.
Salam, Dewa Padma.
Sebelumnya, izinkan saya untuk memperkenalkan diri terlebih dahulu.
Nama : Dewa Gede Padma Arta Putra
Tempat/Tanggal Lahir : Denpasar, 25 Desember 1999
Alamat : Br. Silungan, Lodtunduh, Ubud, Gianyar.
Agama : Hindu
Status : Masih Single
Pendidikan : Baru lulus SMK, di SMK Negeri 1 Mas - Ubud
Pekerjaan : Film Maker & Digital Marketer
Saya hindu, saya bangga dengan kondisi saat ini karena dapat berbagi pengalaman terhadap kawan-kawan hindu yang lain untuk dapat meniru apa yang pernah saya lakukan selama ini yang tentunya di dalam ajaran dharma. Saya akan membocorkan rahasia sekaligus menceritakan kisah pribadi saya sempat menjual buku hingga laku 300 buku dalam 1 bulan, hanya menggunakan social media facebook saja.
Awal dari pencapaian tersebut, saya ingat sekali pada saat saya masih duduk di kelas 1 SMP, saya sangat suka bermain game online di warnet dan setiap ada waktu senggang selalu memanfaatkan untuk membaca artikel di blog-blog orang, dan saya sempat kepikiran bagaimana cara membuat blog tersebut, akhirnya saya sudah mempunyai blog, blog pertama saya benar-benar jelek sekali bahkan dapat dikatakan lebay karena widget-widget (aksesoris blog) yang tidak penting saya masukkan di blog, berharap akan bermanfaat untuk visitor, tapi malah memperberat mereka.
Lanjut, ketika saya sudah rajin posting artikel di blog, menurut saya masih ada yang kurang. Yaitu dari segi design dan optimasi, saya sempat belajar html untuk bikin template blog, namun waktu itu karena mungkin tidak jodoh maka beralihlah saya belajar optimasi blog, sebutan kerennya adalah SEO kepanjangannya Search Engine Optimization yang artinya Teknik untuk mengoptimasi sebuah website atau blog agar nantinya dapat meranking di halaman satu google, waktu itu saya sangat tekun sekali belajar mengenai SEO bahkan sempat dibully habis-habisan karena salah mempraktekkan ilmu, sempat dibilang sok jago dan lain sebagainya, namun itu tidak menjadi alasan untuk berhenti belajar. Selama belajar SEO saya lebih menekuni SEO Off Page, atau bisa disebut mengoptimasi dari luar, contohnya adalah mencari backlink untuk website.
Belajar SEO sudah 2 tahun, waktu itu saya sudah lumayan mengerti bagaimana sistem kerja dari search engine, kemudian mencoba untuk mencari footprint-footprint baru (jejak backlink) akhirnya waktu itu saya sudah mendapatkan yang masih fresh, dan saya yakin belum banyak yang tahu tentang hal ini. Nahh, saat itu mulailah saya menggagas suatu strategi pemasaran, namun saya hanya memanfaatkan facebook saja sebagai sumber costumer.
![]() |
| Buku Vulkanik Backlink |
Launching produk saya yang berjudul "Vulkanik Backlink" sudah dinanti-nanti oleh banyak orang, waktu itu saya menjual produk tersebut dengan harga Rp.100.000,- dan 1 bulan saya batasi pembeliannya karena alasan untuk menjaga rahasia dapur agar tetap fresh. 300 Orang berhasil saya tarik, hingga saya mendapatkan income Rp. 30.000.000,- dari sana, sungguh fantastis. Saya mendapatkan uang sebanyak itu waktu saya masih kelas 3 SMP, hingga ketika naik ke jenjang yang lebih tinggi (SMA) saya memutuskan menginvestasikan uang tersebut untuk membali Kamera, karena menjadi videographer adalah impian saya, impian kecil tersebut akhirnya sudah terwujud hingga sekarang, namun sampai saat ini saya belum puas dan belum merasa sukses, masih banyak yang perlu saya pelajari terutama agama, dan masih banyak yang perlu saya raih. Jujur saja, pekerjaan saya sekarang benar-benar pas-pasan, untuk kedepannya saya ingin menjadi pengusaha yang memiliki bisnis auto pilot, svaha.
Lalu, Strategi apa yang saya gunakan?
Saya menggunakan strategi yang sederhana, yaitu "Kolam Ikan", strategi tersebut saya pelajari dari mentor internet marketing saya. Kolam Ikan artinya kita mengumpulkan target pasar yang potensial, istilahnya kita masukkan ke kolam kita/jaringan kita lalu pelan-pelan kita edukasi hingga akhirnya personal branding saya kuat dan ikan-ikan yang masuk ke jaringan saya itu akan mudah menjadi costumer.Sharing-sharing dulu, selling-selling kemudian. Begitu istilahnya, ketika personal branding kita sudah kuat maka siapapun yang mengikuti kita, akan bersedia membeli produk kita. Ini adalah teknik pemasaran zaman now yang cukup membuang waktu lama, karena kita perlu funneling (memfilter) target market yang tepat, awalnya saya sharing mengenai SEO di seluruh group facebook dan berbagai forum tentang web, disetiap postingan yang saya post akan tercantum link group pribadi saya, kemudian dari group pribadi tersebut saya memberikan edukasi yang lebih tajam hingga mereka (member group) menanti produk yang berisi ilmu lebih tajam lagi.
Menjadi umat hindu keren, kita harus dapat tersenyum walaupun mungkin sedang gagal. Pencapaian ini bukanlah akhir, namun awal dari kisah hidup saya, sekarangpun saat saya menulis artikel ini saya perlu banyak bersyukur sudah diberikan kesempatan untuk mencapai itu serta saya juga masih memikirkan waktu kedepannya, karena hal yang saya coba selama ini kebanyakan gagal. Gagal membuat saya semangat, dan cerita kegagalan tersebut akan saya ceritakan di buku ke2 saya nanti ketika saya sudah sukses.
Mari kita cerdas bersosial media, jadilah Arjuna Digital dengan gunakan internet dengan bijak dan tetap dalam ajaran dharma.
Salam, Dewa Padma.


Komentar
Posting Komentar