Kita harus bangga dan perlu banyak bersyukur atas anugrah yang tuhan berikan, khususnya kepada orang bali. Sebutan pulau seribu pura sungguh menyejukkan hati kita, seluruh dunia tahu pulau bali ini indah dengan keanekaragaman adat istiadatnya, namun saat ini ada julukan baru bagi bali, yaitu pulau seribu sampah, benar-benar kotor dan merusak lingkungan padahal bali tujuan destinasi wisata terbaik dunia, semestinya kita perlu menjaga lingkungan agar tetap bersih dan lestari.
Bangga sekali menjadi anak muda hindu, leluhur kita, tokoh agama kita benar-benar cerdas, di agama hindu bali sudah terkonsep dengan aman, contohnya di setiap titik batas pulau bali sudah dijaga oleh banyak pura, tak heran bila bali akan aman dari tsunami dan bencana alam lainnya, jika nantinya akan ada bencana berarti itu kehendak tuhan, kita hanya bisa berserah namun semasih imam ini kuat untuk meminta keselamatan pasti kita akan terlindungi, kita akan dipeluk erat oleh ibu pertiwi.
Saya Hindu, di pelajaran agamapun pasti kita diajarkan untuk memelihara lingkungan, untuk belajar lebih dalam saya sempat bertemu dengan mentor pengamat lingkungan, yang sekarang ia sebagai trash hero di padang tegal ubud, ia bernama Supardi Asmorobangun, mendapatkan banyak penghargaan baik lokal hingga internasionalpun sudah sering dia dapatkan karena kegigihan dan semangatnya untuk melindungi lingkungan (ibu pertiwi), ini juga berkaitan dengan konsep Tri Hita Karana di bagian Palemahan (lingkungan hidup), semestinya kita taat dengan kebersihan lingkungan untuk menghormati ibu pertiwi serta darisana juga kita dapat menciptakan sumber kebahagiaan.
Saya akan memberitahu hal yang mungkin belum pernah anda dengar sebelumnya, kita kali ini akan membahas sampah, namun lebih spesifiknya kita akan membahas sampah plastik karena sangat berbahaya dibandingkan sampah organik. Saya sudah sempat mencari berbagai artikel di google, mencari kiriman di facebook namun belum sama sekali yang memberi tahu hal ini. Sebelumnya, senang sekali dapat menulis kutipan ini karena saya yakin akan bermanfaat untuk generasi muda hindu yang hebat kedepannya.
Tahukah anda? Plastik adalah penjajah manusia saat ini?
Dulu, orang bali tidak pernah memakai plastik karena pada saat itu masih belum ada produksi plastik, karena plastik adalah bahan yang mudah dibawa serta murah namun plastik sungguh membahayakan.
Dulu, manusia dizaman belum ada plastik, hidupnya sangat panjang. Kenapa bisa demikian? Mari kita ulas.
Plastik adalah istilah umum bagi Polimer, material yang terdiri dari rantai panjang karbon dan elemen-elemen lain yang mudah dibuat menjadi berbagai bentuk dan ukuran. Plastik dibuat dengan cara polimerisasi yaitu menyusun dan membentuk secara sambung-menyambung bahan-bahan dasar plastik yang disebut monomer. Plastik di kehidupan sekarang sangat membantu kita serta harganya juga murah, namun plastik sangat membahayakan, Kenapa?
Plastik mengandung zat kimia yang berbahaya, disebut dengan dioksin. Dioksin akan keluar apabila plastik dipanaskan, contohnya kalau kalian beli bakso lalu dibungkus oleh plastik, contohnya lagi kalian beli tipat cantok namun pembuatan lontongnya dibungkusi plastik, nah itu yang membahayakan kita. Dampaknya, kita akan mengalami gangguan saraf, gangguan pada reproduksi, kanker, dll. Kabarnya, dioksin tidak akan dapat lepas dari diri kita justru malah tertransfer ke generasi-generasi mendatang. Apabila ibu hamil mengkonsumsi makanan yang sudah tercampur oleh dioksin maka dapat mengakibatkan gangguan pada janin, apabila nanti akan terlahir dengan normal pastinya dioskin tetap ada di dalam anak anda, bahkan bila kita menyusui anak maka dioksin juga menyalur ke anak anda tanpa mengurangi dioksin yang ada di dalam tubuh ibu tersebut,
Kita perlu menyayangi lingkungan seperti kita menyayangi ibu kita sendiri, ibu pertiwi.
Dalam Veda Smrti .V.46 menyebutkan
“ia yang tidak menyebabkan penderitaan dalam belenggu apapun, atau kematian mahluk hidup.tetapi mengingikan keselamatan pada semua mahluk itu , ia yang mendapatkan kebahagiaan tanpa akhir”
Hal yang saya kemukakkan diatas, mungkin saja anda belum tahu hal ini karena hal ini belum sempat terpublikasikan sebelumnya, saatnya artikel Arjuna Digital ini memberi informasi yang layak dibaca dan dapat menambah pengetahuan.
Anda tahu dasar negara kita? Pancasila. Lambang Negara Republik Indonesia adalah Garuda Pancasila, nahh apakah kalian tahu garuda itu burung apa? garuda adalah elang jawa, yang saya dapatkan datanya saat ini masih tersisa 16 ekor. Maskot/Lambang dari Negara Republik Indonesia punah, ini semua karena plastik? Manusiapun ujung ujungnya kena juga, mari kita ulas.
Gambar diatas adalah rantai makanan, kita tahu apabila kita membuat sampah ke sembarangan, dan apabila terjadinya hujan maka sampah yang kita buang khususnya sampah plastik akan masuk ke kali/mengikuti arus air hingga akhirnya mengakibatkan banjir yang dimana sampah plastik meluap dan memasuki sawah. Contohnya seperti gambar dibawah ini
Nah, apabila sampah plastik terkena sinar matahari yang panas, maka zat dioksin keluar dan tercampur oleh padi, kemudian saat padi sudah mengandung dioksin si tikus memakannya lalu ia juga ikut tercampur oleh dioksin, semakin banyak tikus makan dioksin maka semakin tinggi juga zat berbahaya di dalam tikus itu, kemudian tikus dimakan oleh ular, ular akan mendapatkan 1-1000x lipat jumlah dioksin dari tikus, begitu juga elang yang menjadi rantai makanan terhakhir, ialah yang mengandung banyak zat dioksin terebut, itulah salah satu sebabnya elang jawa/garuda cepat punah.
Tak hanya elang jawa, manusiapun seperti itu karena kita sendiri makan nasi yang pada awalnya padi tertanam di sawah terkena dioksin, tak heran bila manusia di zaman sekarang umurnya lebih pendek dibandingkan manusia dulu. Betul?
Dalam Kitab Suci Bhagawadgita, III:10, menyebutkan :
‘sahayajnah prajah srstva, puro’vaca prajapatih,
anena prosavisyadhvam, esa vo’stv istakamadhuk’
dahulukala Tuhan menciptakan manusia dengan yajna dan berkata : ‘dengan yajna pulalah hendaknya engkau berkembang, dan biarlah ini (bumi) menjadi sapi perahanmu dengan maksud bahwa bumi / alam / lingkungan ini menjadi sapi perahanmu untuk dapat memenuhi kinginan manusia untuk dapat hidup yang layak dan harmoni dan selalu dipelihara dengan baik dan diusahakan seoptimal mungkin bagi kemakmuran bersama.
Waktu ini, saya sempat mewawancarai Alm. Ida Pedanda Made Gunung di griyanya, yang membahas mengenai sampah khususnya sampah plastik. Ini adalah pesan beliau untuk arjuna-arjuna/anak muda sebelum beliau lebar, diharapkan kita yang muda dapat berkolabor(aksi),saling rangkul bukan saling pukul untuk menyelamatkan ibu pertiwi ini..
Dengan video pesan dari Alm. Ida Pedanda Made Gunung , maka dari itu berhakhir pula artikel blog ini, tunggu artikel menarik lainnya yang perlu semeton arjuna simak. Semoga Arjuna Digital di seluruh indonesia, mengerti pentingnya menjaga lingkungan hidup, harusnya bangga menjadi anak muda hindu, anak muda bali yang sudah diberikan alam seindah ini. Menjadi hindu keren mulai dari membuang sampah pada tempatnya, Mari kita lestarikan ibu pertiwi, agar ibu pertiwi kembali cantik, indah dan di pandang dunia.
Bangga sekali menjadi anak muda hindu, leluhur kita, tokoh agama kita benar-benar cerdas, di agama hindu bali sudah terkonsep dengan aman, contohnya di setiap titik batas pulau bali sudah dijaga oleh banyak pura, tak heran bila bali akan aman dari tsunami dan bencana alam lainnya, jika nantinya akan ada bencana berarti itu kehendak tuhan, kita hanya bisa berserah namun semasih imam ini kuat untuk meminta keselamatan pasti kita akan terlindungi, kita akan dipeluk erat oleh ibu pertiwi.
![]() |
| Turis Australia & saya membersihkan pantai sanur. Rasa cinta terhadap Ibu Pertiwi |
Saya Hindu, di pelajaran agamapun pasti kita diajarkan untuk memelihara lingkungan, untuk belajar lebih dalam saya sempat bertemu dengan mentor pengamat lingkungan, yang sekarang ia sebagai trash hero di padang tegal ubud, ia bernama Supardi Asmorobangun, mendapatkan banyak penghargaan baik lokal hingga internasionalpun sudah sering dia dapatkan karena kegigihan dan semangatnya untuk melindungi lingkungan (ibu pertiwi), ini juga berkaitan dengan konsep Tri Hita Karana di bagian Palemahan (lingkungan hidup), semestinya kita taat dengan kebersihan lingkungan untuk menghormati ibu pertiwi serta darisana juga kita dapat menciptakan sumber kebahagiaan.
Saya akan memberitahu hal yang mungkin belum pernah anda dengar sebelumnya, kita kali ini akan membahas sampah, namun lebih spesifiknya kita akan membahas sampah plastik karena sangat berbahaya dibandingkan sampah organik. Saya sudah sempat mencari berbagai artikel di google, mencari kiriman di facebook namun belum sama sekali yang memberi tahu hal ini. Sebelumnya, senang sekali dapat menulis kutipan ini karena saya yakin akan bermanfaat untuk generasi muda hindu yang hebat kedepannya.
Tahukah anda? Plastik adalah penjajah manusia saat ini?
Dulu, orang bali tidak pernah memakai plastik karena pada saat itu masih belum ada produksi plastik, karena plastik adalah bahan yang mudah dibawa serta murah namun plastik sungguh membahayakan.
Dulu, manusia dizaman belum ada plastik, hidupnya sangat panjang. Kenapa bisa demikian? Mari kita ulas.
Plastik adalah istilah umum bagi Polimer, material yang terdiri dari rantai panjang karbon dan elemen-elemen lain yang mudah dibuat menjadi berbagai bentuk dan ukuran. Plastik dibuat dengan cara polimerisasi yaitu menyusun dan membentuk secara sambung-menyambung bahan-bahan dasar plastik yang disebut monomer. Plastik di kehidupan sekarang sangat membantu kita serta harganya juga murah, namun plastik sangat membahayakan, Kenapa?
Plastik mengandung zat kimia yang berbahaya, disebut dengan dioksin. Dioksin akan keluar apabila plastik dipanaskan, contohnya kalau kalian beli bakso lalu dibungkus oleh plastik, contohnya lagi kalian beli tipat cantok namun pembuatan lontongnya dibungkusi plastik, nah itu yang membahayakan kita. Dampaknya, kita akan mengalami gangguan saraf, gangguan pada reproduksi, kanker, dll. Kabarnya, dioksin tidak akan dapat lepas dari diri kita justru malah tertransfer ke generasi-generasi mendatang. Apabila ibu hamil mengkonsumsi makanan yang sudah tercampur oleh dioksin maka dapat mengakibatkan gangguan pada janin, apabila nanti akan terlahir dengan normal pastinya dioskin tetap ada di dalam anak anda, bahkan bila kita menyusui anak maka dioksin juga menyalur ke anak anda tanpa mengurangi dioksin yang ada di dalam tubuh ibu tersebut,
Kita perlu menyayangi lingkungan seperti kita menyayangi ibu kita sendiri, ibu pertiwi.
Dalam Veda Smrti .V.46 menyebutkan
“ia yang tidak menyebabkan penderitaan dalam belenggu apapun, atau kematian mahluk hidup.tetapi mengingikan keselamatan pada semua mahluk itu , ia yang mendapatkan kebahagiaan tanpa akhir”
Hal yang saya kemukakkan diatas, mungkin saja anda belum tahu hal ini karena hal ini belum sempat terpublikasikan sebelumnya, saatnya artikel Arjuna Digital ini memberi informasi yang layak dibaca dan dapat menambah pengetahuan.
Anda tahu dasar negara kita? Pancasila. Lambang Negara Republik Indonesia adalah Garuda Pancasila, nahh apakah kalian tahu garuda itu burung apa? garuda adalah elang jawa, yang saya dapatkan datanya saat ini masih tersisa 16 ekor. Maskot/Lambang dari Negara Republik Indonesia punah, ini semua karena plastik? Manusiapun ujung ujungnya kena juga, mari kita ulas.
Nah, apabila sampah plastik terkena sinar matahari yang panas, maka zat dioksin keluar dan tercampur oleh padi, kemudian saat padi sudah mengandung dioksin si tikus memakannya lalu ia juga ikut tercampur oleh dioksin, semakin banyak tikus makan dioksin maka semakin tinggi juga zat berbahaya di dalam tikus itu, kemudian tikus dimakan oleh ular, ular akan mendapatkan 1-1000x lipat jumlah dioksin dari tikus, begitu juga elang yang menjadi rantai makanan terhakhir, ialah yang mengandung banyak zat dioksin terebut, itulah salah satu sebabnya elang jawa/garuda cepat punah.
Tak hanya elang jawa, manusiapun seperti itu karena kita sendiri makan nasi yang pada awalnya padi tertanam di sawah terkena dioksin, tak heran bila manusia di zaman sekarang umurnya lebih pendek dibandingkan manusia dulu. Betul?
Dalam Kitab Suci Bhagawadgita, III:10, menyebutkan :
‘sahayajnah prajah srstva, puro’vaca prajapatih,
anena prosavisyadhvam, esa vo’stv istakamadhuk’
dahulukala Tuhan menciptakan manusia dengan yajna dan berkata : ‘dengan yajna pulalah hendaknya engkau berkembang, dan biarlah ini (bumi) menjadi sapi perahanmu dengan maksud bahwa bumi / alam / lingkungan ini menjadi sapi perahanmu untuk dapat memenuhi kinginan manusia untuk dapat hidup yang layak dan harmoni dan selalu dipelihara dengan baik dan diusahakan seoptimal mungkin bagi kemakmuran bersama.
Waktu ini, saya sempat mewawancarai Alm. Ida Pedanda Made Gunung di griyanya, yang membahas mengenai sampah khususnya sampah plastik. Ini adalah pesan beliau untuk arjuna-arjuna/anak muda sebelum beliau lebar, diharapkan kita yang muda dapat berkolabor(aksi),saling rangkul bukan saling pukul untuk menyelamatkan ibu pertiwi ini..
Dengan video pesan dari Alm. Ida Pedanda Made Gunung , maka dari itu berhakhir pula artikel blog ini, tunggu artikel menarik lainnya yang perlu semeton arjuna simak. Semoga Arjuna Digital di seluruh indonesia, mengerti pentingnya menjaga lingkungan hidup, harusnya bangga menjadi anak muda hindu, anak muda bali yang sudah diberikan alam seindah ini. Menjadi hindu keren mulai dari membuang sampah pada tempatnya, Mari kita lestarikan ibu pertiwi, agar ibu pertiwi kembali cantik, indah dan di pandang dunia.



Komentar
Posting Komentar